Kita
tahu semua yang berada di bumi ini bergerak, air, awan, burung dan seluruh
benda yang ada di dalamnya. Andaikata sebuah benda itu tak bergerak, hanya diam
pada suatu tempat, pohon, batu, rumah dan sebagainya, tetapi kita tau bumi ini
selalu berotasi setiap detiknya, dan berevolusi setiap harinya. so, secara
tidak langsung kita selalu mengalami pergerakan setiap saat.
Terlepas
dari pergerakan fana tersebut, manusia adalah satu satunya makhluk yang diberi
kemampuan untuk memilih sendiri apa yang ia akan lakukan, akal yang membedakan
kita dengan makhluk ciptaan yang lain memberi kita hak untuk leluasa menentukan
tujuan. Terutama tujuan hidup kita. Kita tidak dulu membahas tentang takdir dan
sebuah ketentuan karena ada tokoh-tokoh di luar sana yang lebih pantas
menyampaikannya. Tetapi pada dasranya manusia diciptakan untuk memilih, antara
benar dan salah, kanan dan kiri. Atau terkadang pilihan untuk melepas salah
satu dari berberapa hal.
Pilihan
selalu dibayangi oleh keinginan dan harapan akan sebuah tujuan yang menyenangkan.
Tidak bisa dipungkiri terkadang sebuah tawaran dipilih karena terlihat lebih
menjanjikan, kehidupan mewah, gaji besar, ataupun sebuah popularitas. Diliain pihak
pilihan ada karena seseorang menikmatinya, tanpa mempedulikan hasil akhir yang
ia peroleh nantinya. Tetapi bicara tentang pilihan akan panjang nantinya,
karena seperti sebelumnya, pilihan adalah hak setiap manusia.
Namaku
Maudy, tapi kalian bisa memanggilku Odd. Di antara banyaknya pilihan yang hadir
dalam kehidupanku, aku juga memilihnya berberapa, juga dengan alasan yang sama,
berharap akan ada perubahan nantinya. Saat ini menjadi seorang pengusaha, entrepreneur,
adalah sesuatu yang sedang menjadi tren di kalangan anak muda seumuranku. Banyak
ide –ide kreatif dari mereka yang akhirnya diwujudkan dalam bentuk komersial. Food,
art, cloathing adalah cabang cabang yang kini bisa menghasilkan uang. Berusaha
untuk mandiri, tidak lagi meminta pada orang tua, kaya raya tentunya. Dan aku
adalah salah satunya. Berusaha memiliki penghasilan sendiri, bebas finansial,
seperti yang tertulis dia media media sosial mengenai mereka mereka yang sukses
dalam berbisnis.
But,
nope. Dalam perjalanannya I got many shit happends. Ini bukan
sekedar kita membeli dan menjual, bukan sekedar satu-dua lembar yang
ditukarkan. Ini lebih dari itu semua. Menurutku ada sesuatu yang perlu
dibayarkan untuk akhirnya menjadi jutawan dan dikenal banyak orang, perlu
banyak waktu untuk akhirnya kalian menikmati apa yang kalian dirikian.
Dan
inilah juga salah satu pilihanku saat akhirnya kembali menulis, atau kali ini
aku akan menceritakan, dan aku berharap dapat banyak belajar. Bahwa dengan
tulisan ini, akan memberikan pandangan berbeda dari seorang pengusaha, atau entrepreneur,
atu apapunlah sebutannya bagi mereka yang memutuskan untuk membuka sebuah
usaha.
Mungkin
tidak pantas bagi diri ini untuk menggurui, dimana apa yang sedang aku rintis
sekarang ini belum menghasilkan jutaan rupiah, masih sekedar memenuhi uang saku
dan uang bensin semata, tetapi jauh untuk memenuhi biaya nikah (?). jadi
biarlah tulisan ini tidak melulu tentang uang, uang dan uang. Tapi biarkan aku
bercerita tentang pilihan yang telah dipilih, entah olehku atau oleh banyak
orang.
Namaku
Odd, aku memiliki rumah makan di salah satu pinggiran kota. Umurnya baru
setahun, dan banyak yang aku bisa pelajari dari perjalanannya.
Kenapa gak pernah post lagi kak?
BalasHapus