Selasa, 19 Januari 2016

#1

            Kita tahu semua yang berada di bumi ini bergerak, air, awan, burung dan seluruh benda yang ada di dalamnya. Andaikata sebuah benda itu tak bergerak, hanya diam pada suatu tempat, pohon, batu, rumah dan sebagainya, tetapi kita tau bumi ini selalu berotasi setiap detiknya, dan berevolusi setiap harinya. so, secara tidak langsung kita selalu mengalami pergerakan setiap saat.

            Terlepas dari pergerakan fana tersebut, manusia adalah satu satunya makhluk yang diberi kemampuan untuk memilih sendiri apa yang ia akan lakukan, akal yang membedakan kita dengan makhluk ciptaan yang lain memberi kita hak untuk leluasa menentukan tujuan. Terutama tujuan hidup kita. Kita tidak dulu membahas tentang takdir dan sebuah ketentuan karena ada tokoh-tokoh di luar sana yang lebih pantas menyampaikannya. Tetapi pada dasranya manusia diciptakan untuk memilih, antara benar dan salah, kanan dan kiri. Atau terkadang pilihan untuk melepas salah satu dari berberapa hal.

            Pilihan selalu dibayangi oleh keinginan dan harapan akan sebuah tujuan yang menyenangkan. Tidak bisa dipungkiri terkadang sebuah tawaran dipilih karena terlihat lebih menjanjikan, kehidupan mewah, gaji besar, ataupun sebuah popularitas. Diliain pihak pilihan ada karena seseorang menikmatinya, tanpa mempedulikan hasil akhir yang ia peroleh nantinya. Tetapi bicara tentang pilihan akan panjang nantinya, karena seperti sebelumnya, pilihan adalah hak setiap manusia.

            Namaku Maudy, tapi kalian bisa memanggilku Odd. Di antara banyaknya pilihan yang hadir dalam kehidupanku, aku juga memilihnya berberapa, juga dengan alasan yang sama, berharap akan ada perubahan nantinya. Saat ini menjadi seorang pengusaha, entrepreneur, adalah sesuatu yang sedang menjadi tren di kalangan anak muda seumuranku. Banyak ide –ide kreatif dari mereka yang akhirnya diwujudkan dalam bentuk komersial. Food, art, cloathing adalah cabang cabang yang kini bisa menghasilkan uang. Berusaha untuk mandiri, tidak lagi meminta pada orang tua, kaya raya tentunya. Dan aku adalah salah satunya. Berusaha memiliki penghasilan sendiri, bebas finansial, seperti yang tertulis dia media media sosial mengenai mereka mereka yang sukses dalam berbisnis.

            But, nope. Dalam perjalanannya I got many shit happends. Ini bukan sekedar kita membeli dan menjual, bukan sekedar satu-dua lembar yang ditukarkan. Ini lebih dari itu semua. Menurutku ada sesuatu yang perlu dibayarkan untuk akhirnya menjadi jutawan dan dikenal banyak orang, perlu banyak waktu untuk akhirnya kalian menikmati apa yang kalian dirikian.

Dan inilah juga salah satu pilihanku saat akhirnya kembali menulis, atau kali ini aku akan menceritakan, dan aku berharap dapat banyak belajar. Bahwa dengan tulisan ini, akan memberikan pandangan berbeda dari seorang pengusaha, atau entrepreneur, atu apapunlah sebutannya bagi mereka yang memutuskan untuk membuka sebuah usaha.

            Mungkin tidak pantas bagi diri ini untuk menggurui, dimana apa yang sedang aku rintis sekarang ini belum menghasilkan jutaan rupiah, masih sekedar memenuhi uang saku dan uang bensin semata, tetapi jauh untuk memenuhi biaya nikah (?). jadi biarlah tulisan ini tidak melulu tentang uang, uang dan uang. Tapi biarkan aku bercerita tentang pilihan yang telah dipilih, entah olehku atau oleh banyak orang.

            Namaku Odd, aku memiliki rumah makan di salah satu pinggiran kota. Umurnya baru setahun, dan banyak yang aku bisa pelajari dari perjalanannya.